DASAR
TEORI
Tipe
Data
Tipe data adalah himpunan nilai yang dapat dimiliki oleh
sebuah data. Tipe data menentukan apakah sebuah nilai dapat dimiliki sebuah
data atau tidak, serta operasi apa yang dapat dilakukan pada data tersebut.
Contoh tipe data dalam dunia nyata adalah bilangan bulat. Jika sebuah data,
misalnya umur harus berupa bilangan bulat maka dapat dipastikan bahwa 25, 13, 7
dapat menjadi nilai umur, sedangkan angka yang menggunakan koma seperti 7.5,
19.655 bukan merupakan contoh dari nilai umur. Contoh bilangan bulat ini dapat
kita lihat dalam kasus sehari - hari khususnya dalam hal pencacahan (Ingat
kembali bilangan cacah : 1, 2, 3, 4, ... yang merupakan himpunan bagian dari
himpunan bilangan bulat).
Dalam sebuah program, setiap variabel dan
konstanta memiliki tipe data yang harus dideklarasikan di awal program.
Pendeklarasi tipe data tersebut bertujuan untuk menentukan besarnya tempat
dalam memori yang akan digunakan untuk menyimpan data pada tersebut saat
program dijalankan. Tipe data dasar adalah tipe data yang dapat langsung
digunakan. Secara umum terdapat 2 tipe data dasar, yaitu numerik dan kategorik.
Tipe data numerik terdiri atas angka/ kumpulan angka serta dapat mengalami operasi
perhitungan, sedangkan tipe data kategorik dapat berupa angka maupun huruf
namun tidak dapat mengalami operasi perhitungan.
Contoh:
Contoh 1: Jumlah siswa dalam kelas ada 20.
Angka 20 tersebut adalah bilangan bulat. Tidak akan ditemukan pernyataan: jumlah
siswa dalam kelas ada 20,5.
Contoh 2: Jumlah mobil yang diparkir di
tempat parkir. Kita akan menggunakan bilangan bulat dalam kasus ini. Tidak
pernah akan kita gunakan angka angka 50,33 atau 40/7 sebagai jumlah dari mobil
yang sedang parkir.
Contoh 3: Selain itu, misalnya data nama
seseorang yaitu "Bambang Pamungkas" yang merupakan sebuah deretan
huruf dan lain sebagainya.
Dalam sebuah program, setiap variabel dan
konstanta memiliki tipe data yang harus dideklarasikan di awal program.
Pendeklarasi tipe data tersebut bertujuan untuk menentukan besarnya tempat
dalam memori yang akan digunakan untuk menyimpan data pada tersebut saat
program dijalankan.
Tipe data dasar adalah tipe data yang dapat
langsung digunakan. Secara umum terdapat 2 tipe data dasar, yaitu numerik dan
kategorik. Tipe data numerik terdiri atas angka/ kumpulan angka serta dapat
mengalami operasi perhitungan, sedangkan tipe data kategorik dapat berupa angka
maupun huruf namun tidak dapat mengalami operasi perhitungan.
Berikut merupakan contoh
beberapa tipe data dasar :
1.
Integer (bilangan bulat)
Integer
adalah tipe data dasar berupa bilangan yang tidak mengandung pecahan desimal.
Tipe data ini juga memiliki urutan, sehingga dapat dibandingkan satu dengan
lainnya. Secara teoritis, tipe data integer
tidak memiliki batasan, yaitu dari minus tak hingga hingga plus tak hingga.
Namun dalam pemrograman yang menggunakan bahasa pemprograman C++, secara umum
dikenal beberap macam tipe data integer.
2.
Real (bilangan riil)
Real
adalah tipe data dasar berupa bilangan yang memiliki pecahan desimal. Dalam
pemrograman, nilai dengan tipe data ini harus ditulis dengan sebuah titik
sebagai pemisah bilangan utuh dan bilangan pecahannya.
Secara
teoritis, tipe data real juga tidak memiliki batasan, yaitu dari minus tak
hingga hingga plus tak hingga. Namun dalam pemrograman, secara umum dikenal
beberapa macam tipe data real.
3.
Char (karakter)
Char
adalah tipe data dasar yang terdiri atas satu buah angka, huruf, tanda baca
atau karakter khusus. Untuk menyimpan sebuah karakter, diperlukan 1 byte atau 8
bit tempat didalam memori.
4.
String
String
adalah tipe data dasar yang berupa kumpulan karakter dengan panjang tertentu.
Meskipun berupa kumpulan karakter, karena tipe data string sering digunakan
dalam pemrograman, string dianggap sebagai tipe data dasar.
5.
Boolean (bilangan logika)
Sebuah
data boolean memiliki tepat dua buah kemungkinan nilai, direpresentasikan
sebagai Benar dan Salah, atau True dan False, atau dapat juga dilambangkan
dengan 1 dan 0. Tipe data ini dapat digunakan untuk pemilihan dengan
kondisi-kondisi tertentu, dimana program harus memilih aksi apa yang akan
dijalankan dengan parameter tertentu.
Variabel
Variabel
atau peubah adalah obyek yang nilainya dapat berubah-ubah dalam sebuah program.
Pada saat sebuah variabel dideklarasikan, program "memesan" tempat
dengan ukuran tertentu (sesuai tipe datanya) pada memori untuk menyimpan nilai
dari variabel tersebut. Pemrogram dapat memberikan nama pada sebuah variabel
untuk mempermudah pemanggilan variabel tersebut di dalam program. Pada saat
mendeklarasikan sebuah variabel, pemrogram harus menyebutkan nama variabel dan
tipe data dari variabel tersebut. Secara teori, pemrogram
dapat memberikan nama apapun pada sebuah variabel karena penamaan variabel
bertujuan untuk memudahkan pemanggilan kembali. Namun, ada beberapa panduan
yang biasa diacu pemrogram dalam penamaan variabel. antara lain:
a. Huruf
pertama pada nama variabel menunjukkan tipe data dari variabel.
Contoh:
diawali dengan 'c' untuk variabel char, 'i' untuk integer, 's' untuk string,
dan seterusnya. Panduan penamaan ini disebut dengan Charles Simyoni Hungarion
Notation.
b. Nama
variabel harus cukup jelas menunjukkan tujuan penggunaan variabel tersebut.
Contoh:
sNama adalah variabel string untuk menyimpan nama, cJenisKelamin adalah
variabel char untuk menyimpan jenis kelamin, bStatus adalah variabel boolean
untuk menyimpan status.
c. Nama
variabel tidak boleh mengandung spasi kosong atau karakter khusus ! @ # $ % ^
& * ( ) { } [ ] ’ ” ; : < > , . / ? | dan \. Beberapa pemrogram
menggunakan ‘_’ untuk memisahkan kata di nama variabel.
Contoh:
cJenis_kelamin, sNama_orang_tua, iNilai_akhir
d. Cara
lain untuk memisahkan kata dalam nama variabel adalah dengan memberikan huruf
besar di awal tiap kata.
Contoh:
cJenisKelamin, sNamaOrangTua, iNilaiAkhir
Operator
Operator
adalah pengendali operasi yang akan dilakukan pada beberapa operan sehingga
membentuk sebuah ekspresi. Secara umum, dalam sebuah ekspresi terdapat sebuah
operator yang diapit dua operan.
Contohnya
pada ekspresi:
x +
y
x
dan y adalah operan, sedangkan
"+"
adalah operatornya
Terdapat tiga macam operator
yang biasa digunakan dalam pemrograman, yaitu:
1.
Operator Aritmatik
Operator
ini membentuk perhitungan aritmatik. Kedua operan dari operasi aritmatik ini
dapat berupa nilai integer atau real.
Operator
yang termasuk tipe ini adalah:
Output
dari operasi aritmatik akan memiliki tipe data yang sama dengan tipe data kedua
operannya. Misalnya, jika sebuah bilangan integer dijumlahkan dengan bilangan
integer lainnya maka outputnya adalah bilangan integer juga. Selain itu perlu
diperhatikan pula bahwa sebuah operator aritmatik tidak dapat diterapkan pada
dua bilangan dengan tipe data yang berbeda.
2.
Operator Assignment
Dalam
pemprograman bahasa C++, Operator ini digunakan memasukan nilai kedalam sebuah
variabel, tanpa menghilangkan atau mengosongkan nilai variabel sebelumnya.
Contoh penggunaan operator ini adalah sebagai berikut:
3.
Increase and Decrease
Penulisan
ini dilambangkan dengan ++ (Increade) dan -- (decrease). Operator ini berfungsi
untuk menaikan atau menurunkan satu satuan nilai pada sebuah variabel.
Ada
dua macam penulisan operator ini, yaitu simbol dapat ditulis sebelum nama
variabel dan setelah variabel.
4.
Operator Relasional
Operator
ini membandingkan dua operan dan hasilnya berupa nilai boolean (BENAR atau
SALAH). Operasi relasional dapat dilakukan pada dua nilai dengan tipe data yang
sama: tipe data integer, riil, char, string, maupun boolean.
Berikut
ini adalah operator relasional:
5.
Operator logika
Operator
logika adalah operator yang digunakan untuk mengkombinasikan hasil ekspresi
yang mengandung operator relasional.
Tiga
macam operator logika adalah:
Input dan Output
Input
dan Output (Masukan dan Keluaran) adalah aktifitas pengguna dengan program pada
komputer yang memungkinkan kita memberikan data kedalam program dan program itu
juga dapat mengeluarkan data untuk pengguna. Data tersebut dapat berupa text,
file, gambar, hardcopy dan lain-lain.
Pada
ANSI C, operasi Input Output (IO Dasar pada layar CMD/Terminal) dilakukan
dengan menggunakan function yang ada pada pustaka stdio, beberapa function yang
tersedia pada pustaka stdio untuk IO adalah printf, scanf, putchar, puts dan
lain-lain.
Dan
pada bahasa pemrograman C++, pencipta membuat cara baru untuk melakukan operasi
Input dan Output yang bisa dipercaya lebih mudah dari bahasa pemrograman C,
fitur Input dan output C++ tidak menggantikan fitur input output pada bahasa C,
kita tetap biasa menggunakan fungsi-fungsi input output C di dalam program C++.
Operasi Input dan Output dapat kita lakukan dengan menggunakan fungsi-fungsi
yang berada pada Stream dan salah satunya ada pada pustaka iostream.
1.
Input
Input
adalah interaksi pengguna (manusia) dengan program, memungkinkan program dapat
menerima data atau informasi dari pengguna, dalam bahasa pemrograman C++ dapat
melakukanya perintah masukan dengan menggunakan object cin. Untuk menggunakan
cin membutuhkan Extraction Operator dengan tanda >> yang diletakan di
antara object cin dan ekspresi. Input adalah interaksi
pengguna (manusia) dengan program, memungkinkan program dapat menerima data
atau informasi dari pengguna, dalam bahasa pemrograman C++ dapat melakukanya
perintah masukan dengan menggunakan object cin. Untuk menggunakan cin kita
membutuhkan Extraction Operator dengan tanda >> yang diletakan di antara
object cin dan ekspresi.
2.
Output
Output (keluaran) adalah
aktifitas program yang mendapatkan perintah untuk memberikan informasi data
kepada pengguna (manusia). Data itu biasanya merupakan hasil olahan dari data
sebelumnya. Dalam bahasa C++ kita dapat melakukan pengeluaran menggunakan object
cout. Untuk menggunakan object cout kita membutuhkan Insertion Operator dengan
tanda << di antara object dengan ekspresi. Jika kita ingin melakukan
keluaran (menampilkan) nilai dari suatu variable kita hanya akan membutuhkan
identias dari variable tersebut dan jika kita ingin langsung menampilakan
sebaris kalimat (string), kita dapat melakukanya dengan menambahkan sepasang
tanda petik dua di awal kalimat dan di akhir kalimat.