Minggu, 30 Desember 2018

Dasar Teori LOOPING(Perulangan): FOR, WHILE, dan, DO-WHILE Teknik Informatika


DASAR TEORI
PERULANGAN FOR
          Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telahdiketahui jumlah perulangannya. Dari segi penulisannya, struktur perulangan for tampaknya lebihefisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana.Pernyataan for digunakan untuk melakukan looping. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya. Selama kondisi terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi.
Bentuk umum perulangan for adalah sebagai berikut :
-             Ungkapan 1 merupakan statement awal (inisialisasi)
-             Ungkapan 2 merupakan kondisi/syarat perulangan dilakukan
-             Ungkapan 3 merupakan statement control untuk perulangan
-             Statement merupakan pernyataan/perintah yang dijalankan jika syarat terpenuhi.
Perulangan Positif
Dengan penghitung / counter dari kecil ke besar (penambahan positif).
Bentuk umum : FOR variable control: = nilai awal TO nilai akhir DO statemen
Perulangan negatif
Dengan menghitung / counter dari besar ke kecil (pertambahannya negative)
Bentuk umum: FOR variable control: = nilai awal Down to nilai akhir Do statemen
Perulangan tersarang
Perulangn yang berada didalam perulangan yang lainnya. Perulangan yang lebih dalam akan diproses lebih dulu sampai habis, kemudian perulangan yang lebih luar baru akan bertambah, mengerjakan perulangan yang lebih dalam lagi mulai awalnya dan seterusnya.
PERULANGAN DO-WHILE
Pada dasarnya perulanagan  ini sama saja dengan struktur while, hanya saja pada proses perulanagn dengan while, seleksi berada di whileyang letaknya di atas sementara pada perulangan do..while, seleksi while berada di bawah batas perulangan. Jadi dengan menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan.
Karakteristik do ... while() adalah:

1.    Perulangan akan dilakukan minimal 1x terlebih dahulu, kemudian baru dilakukan pengecekan terhadap kondisi, jika kondisi benar maka perulangan masih akan tetap dilakukan.
2.    Perulangan dengan do...while() akan dilakukan sampai kondisi false.

Pernyataan Langsung
Pernyataan langsung seperti break, continue, dan return mengubah eksekusi langsung ke pernyataan tertentu.
1)     Pernyataan Break digunakan untuk keluar dari pernyataan switch. Break juga dapat digunakan dalam pernyataan for, while dan do-while.
2)   Pernyataan Continue digunakan untuk melewatkan semua pernyataan yang tidak dieksekusi dalam perulangan, dan langsung melanjutkan perulangan.
3)    Pernyataan Return digunakan untuk keluar dari sebuah method. Pernyataan return memiliki dua bentuk: memberikan sebuah nilai, dan tidak memberikan nilai. Untuk memberikan sebuah nilai, cukup berikan nilai (atau ekspresi yang menghasilkan sebuah nilai) sesudah kata return.

PERULANGAN WHILE
Statemen perulangan while berbeda dengan statemen perulangan for, karena perulangan ini digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui. Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar (true) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah.
Syntax statement while :
 while (syarat)
{ instruksi;
... }
Keterangan :
while (syarat) : syarat disini adalah berisi batas dari perulangan
instruksi: perintah/statemen yang akan diulang selama syaratnya masih terpenuhi atau bernilai benar (true), perintah/statemen ini berada di dalam tanda kurung kurawal ({}).
Contoh program 1 :
 #include <~iostream.h~>
#include <~conio.h~>
main() {
int i=1;
while (i<=5)
{ cout<<"\nSelamat datang";
i++;
} getch();}

*hilangkan tanda ~ pada header (#include...)
Keterangan :
int i=1;
perintah diatas adalah pendeklarasian dan pemberian nilai awal untuk variabel i,variabel ini yang akan dijadikan sebagai awal dari perulangan.
while (i<=5)
perintah diatas adalah batas berhenti dari perulangan atau syarat dai perulangan, perulangan ini akan terus berjalan selama variabel i bernilai lebih dari 1 sampai dengan 5.
cout<<"\nSelamat datang";
perintah diatas adalah statemen yang akan diulang selama 5 kali, yaitu menamppilkan kalimat “selamat datang” sebanyak 5 kali.
i++;
perintah ini menunjukkan sifat naik atau incremen artinya dalam setiap perulangan akan ditambah 1 sampai batas maksimal dari syarat yaitu 5.

Dasar Teori: Tipe Data, Operator, Variabel, I/O Teknik Informatika

DASAR TEORI
Tipe Data
          Tipe data adalah himpunan nilai yang dapat dimiliki oleh sebuah data. Tipe data menentukan apakah sebuah nilai dapat dimiliki sebuah data atau tidak, serta operasi apa yang dapat dilakukan pada data tersebut. Contoh tipe data dalam dunia nyata adalah bilangan bulat. Jika sebuah data, misalnya umur harus berupa bilangan bulat maka dapat dipastikan bahwa 25, 13, 7 dapat menjadi nilai umur, sedangkan angka yang menggunakan koma seperti 7.5, 19.655 bukan merupakan contoh dari nilai umur. Contoh bilangan bulat ini dapat kita lihat dalam kasus sehari - hari khususnya dalam hal pencacahan (Ingat kembali bilangan cacah : 1, 2, 3, 4, ... yang merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat).
Dalam sebuah program, setiap variabel dan konstanta memiliki tipe data yang harus dideklarasikan di awal program. Pendeklarasi tipe data tersebut bertujuan untuk menentukan besarnya tempat dalam memori yang akan digunakan untuk menyimpan data pada tersebut saat program dijalankan. Tipe data dasar adalah tipe data yang dapat langsung digunakan. Secara umum terdapat 2 tipe data dasar, yaitu numerik dan kategorik. Tipe data numerik terdiri atas angka/ kumpulan angka serta dapat mengalami operasi perhitungan, sedangkan tipe data kategorik dapat berupa angka maupun huruf namun tidak dapat mengalami operasi perhitungan.
Contoh:
Contoh 1: Jumlah siswa dalam kelas ada 20. Angka 20 tersebut adalah bilangan bulat. Tidak akan ditemukan pernyataan: jumlah siswa dalam kelas ada 20,5.
Contoh 2: Jumlah mobil yang diparkir di tempat parkir. Kita akan menggunakan bilangan bulat dalam kasus ini. Tidak pernah akan kita gunakan angka angka 50,33 atau 40/7 sebagai jumlah dari mobil yang sedang parkir.
Contoh 3: Selain itu, misalnya data nama seseorang yaitu "Bambang Pamungkas" yang merupakan sebuah deretan huruf dan lain sebagainya.
Dalam sebuah program, setiap variabel dan konstanta memiliki tipe data yang harus dideklarasikan di awal program. Pendeklarasi tipe data tersebut bertujuan untuk menentukan besarnya tempat dalam memori yang akan digunakan untuk menyimpan data pada tersebut saat program dijalankan.
Tipe data dasar adalah tipe data yang dapat langsung digunakan. Secara umum terdapat 2 tipe data dasar, yaitu numerik dan kategorik. Tipe data numerik terdiri atas angka/ kumpulan angka serta dapat mengalami operasi perhitungan, sedangkan tipe data kategorik dapat berupa angka maupun huruf namun tidak dapat mengalami operasi perhitungan.
Berikut merupakan contoh beberapa tipe data dasar :
1.      Integer (bilangan bulat)
Integer adalah tipe data dasar berupa bilangan yang tidak mengandung pecahan desimal. Tipe data ini juga memiliki urutan, sehingga dapat dibandingkan satu dengan lainnya. Secara teoritis, tipe data integer tidak memiliki batasan, yaitu dari minus tak hingga hingga plus tak hingga. Namun dalam pemrograman yang menggunakan bahasa pemprograman C++, secara umum dikenal beberap macam tipe data integer.
2.      Real (bilangan riil)
Real adalah tipe data dasar berupa bilangan yang memiliki pecahan desimal. Dalam pemrograman, nilai dengan tipe data ini harus ditulis dengan sebuah titik sebagai pemisah bilangan utuh dan bilangan pecahannya. Secara teoritis, tipe data real juga tidak memiliki batasan, yaitu dari minus tak hingga hingga plus tak hingga. Namun dalam pemrograman, secara umum dikenal beberapa macam tipe data real.
3.      Char (karakter)
Char adalah tipe data dasar yang terdiri atas satu buah angka, huruf, tanda baca atau karakter khusus. Untuk menyimpan sebuah karakter, diperlukan 1 byte atau 8 bit tempat didalam memori.
4.      String
String adalah tipe data dasar yang berupa kumpulan karakter dengan panjang tertentu. Meskipun berupa kumpulan karakter, karena tipe data string sering digunakan dalam pemrograman, string dianggap sebagai tipe data dasar.
5.      Boolean (bilangan logika)
Sebuah data boolean memiliki tepat dua buah kemungkinan nilai, direpresentasikan sebagai Benar dan Salah, atau True dan False, atau dapat juga dilambangkan dengan 1 dan 0. Tipe data ini dapat digunakan untuk pemilihan dengan kondisi-kondisi tertentu, dimana program harus memilih aksi apa yang akan dijalankan dengan parameter tertentu.
Variabel
Variabel atau peubah adalah obyek yang nilainya dapat berubah-ubah dalam sebuah program. Pada saat sebuah variabel dideklarasikan, program "memesan" tempat dengan ukuran tertentu (sesuai tipe datanya) pada memori untuk menyimpan nilai dari variabel tersebut. Pemrogram dapat memberikan nama pada sebuah variabel untuk mempermudah pemanggilan variabel tersebut di dalam program. Pada saat mendeklarasikan sebuah variabel, pemrogram harus menyebutkan nama variabel dan tipe data dari variabel tersebut. Secara teori, pemrogram dapat memberikan nama apapun pada sebuah variabel karena penamaan variabel bertujuan untuk memudahkan pemanggilan kembali. Namun, ada beberapa panduan yang biasa diacu pemrogram dalam penamaan variabel. antara lain:
a.       Huruf pertama pada nama variabel menunjukkan tipe data dari variabel.
Contoh: diawali dengan 'c' untuk variabel char, 'i' untuk integer, 's' untuk string, dan seterusnya. Panduan penamaan ini disebut dengan Charles Simyoni Hungarion Notation.
b.      Nama variabel harus cukup jelas menunjukkan tujuan penggunaan variabel tersebut.
Contoh: sNama adalah variabel string untuk menyimpan nama, cJenisKelamin adalah variabel char untuk menyimpan jenis kelamin, bStatus adalah variabel boolean untuk menyimpan status.
c.       Nama variabel tidak boleh mengandung spasi kosong atau karakter khusus ! @ # $ % ^ & * ( ) { } [ ] ’ ” ; : < > , . / ? | dan \. Beberapa pemrogram menggunakan ‘_’ untuk memisahkan kata di nama variabel.
Contoh: cJenis_kelamin, sNama_orang_tua, iNilai_akhir
d.      Cara lain untuk memisahkan kata dalam nama variabel adalah dengan memberikan huruf besar di awal tiap kata.
Contoh: cJenisKelamin, sNamaOrangTua, iNilaiAkhir
Operator
Operator adalah pengendali operasi yang akan dilakukan pada beberapa operan sehingga membentuk sebuah ekspresi. Secara umum, dalam sebuah ekspresi terdapat sebuah operator yang diapit dua operan.
Contohnya pada ekspresi:
x + y
x dan y adalah operan, sedangkan
"+" adalah operatornya
Terdapat tiga macam operator yang biasa digunakan dalam pemrograman, yaitu:
1.      Operator Aritmatik
Operator ini membentuk perhitungan aritmatik. Kedua operan dari operasi aritmatik ini dapat berupa nilai integer atau real.
Operator yang termasuk tipe ini adalah:
Output dari operasi aritmatik akan memiliki tipe data yang sama dengan tipe data kedua operannya. Misalnya, jika sebuah bilangan integer dijumlahkan dengan bilangan integer lainnya maka outputnya adalah bilangan integer juga. Selain itu perlu diperhatikan pula bahwa sebuah operator aritmatik tidak dapat diterapkan pada dua bilangan dengan tipe data yang berbeda.
2.      Operator Assignment
Dalam pemprograman bahasa C++, Operator ini digunakan memasukan nilai kedalam sebuah variabel, tanpa menghilangkan atau mengosongkan nilai variabel sebelumnya. Contoh penggunaan operator ini adalah sebagai berikut:
3.       Increase and Decrease
Penulisan ini dilambangkan dengan ++ (Increade) dan -- (decrease). Operator ini berfungsi untuk menaikan atau menurunkan satu satuan nilai pada sebuah variabel. Ada dua macam penulisan operator ini, yaitu simbol dapat ditulis sebelum nama variabel dan setelah variabel.
4.      Operator Relasional
Operator ini membandingkan dua operan dan hasilnya berupa nilai boolean (BENAR atau SALAH). Operasi relasional dapat dilakukan pada dua nilai dengan tipe data yang sama: tipe data integer, riil, char, string, maupun boolean.
Berikut ini adalah operator relasional:
5.      Operator logika
Operator logika adalah operator yang digunakan untuk mengkombinasikan hasil ekspresi yang mengandung operator relasional.
Tiga macam operator logika adalah:
Input dan Output
Input dan Output (Masukan dan Keluaran) adalah aktifitas pengguna dengan program pada komputer yang memungkinkan kita memberikan data kedalam program dan program itu juga dapat mengeluarkan data untuk pengguna. Data tersebut dapat berupa text, file, gambar, hardcopy dan lain-lain.
Pada ANSI C, operasi Input Output (IO Dasar pada layar CMD/Terminal) dilakukan dengan menggunakan function yang ada pada pustaka stdio, beberapa function yang tersedia pada pustaka stdio untuk IO adalah printf, scanf, putchar, puts dan lain-lain.
Dan pada bahasa pemrograman C++, pencipta membuat cara baru untuk melakukan operasi Input dan Output yang bisa dipercaya lebih mudah dari bahasa pemrograman C, fitur Input dan output C++ tidak menggantikan fitur input output pada bahasa C, kita tetap biasa menggunakan fungsi-fungsi input output C di dalam program C++. Operasi Input dan Output dapat kita lakukan dengan menggunakan fungsi-fungsi yang berada pada Stream dan salah satunya ada pada pustaka iostream.
1.      Input
Input adalah interaksi pengguna (manusia) dengan program, memungkinkan program dapat menerima data atau informasi dari pengguna, dalam bahasa pemrograman C++ dapat melakukanya perintah masukan dengan menggunakan object cin. Untuk menggunakan cin membutuhkan Extraction Operator dengan tanda >> yang diletakan di antara object cin dan ekspresi. Input adalah interaksi pengguna (manusia) dengan program, memungkinkan program dapat menerima data atau informasi dari pengguna, dalam bahasa pemrograman C++ dapat melakukanya perintah masukan dengan menggunakan object cin. Untuk menggunakan cin kita membutuhkan Extraction Operator dengan tanda >> yang diletakan di antara object cin dan ekspresi.
2.      Output
Output (keluaran) adalah aktifitas program yang mendapatkan perintah untuk memberikan informasi data kepada pengguna (manusia). Data itu biasanya merupakan hasil olahan dari data sebelumnya. Dalam bahasa C++ kita dapat melakukan pengeluaran menggunakan object cout. Untuk menggunakan object cout kita membutuhkan Insertion Operator dengan tanda << di antara object dengan ekspresi. Jika kita ingin melakukan keluaran (menampilkan) nilai dari suatu variable kita hanya akan membutuhkan identias dari variable tersebut dan jika kita ingin langsung menampilakan sebaris kalimat (string), kita dapat melakukanya dengan menambahkan sepasang tanda petik dua di awal kalimat dan di akhir kalimat.

Kamis, 29 November 2018

PENGERTIAN IF, ELSE, SWITCH


PENGERTIAN IF, CASE, SWITCH
Statement if
            Kontrol keputusan bentuk if digunakan untuk menguji hasil dari suatu kondisi. Pada kontrol keputusan ini hasil pengujian yang diharapkan adalah ungkapan booleon yang bernilai BENAR (true).
Sintaks
            Kontrol keputusan if menyediakan bentuk sintaks yang sangat sederhana. Berikut ini adalah bentuk umum dari keputusan if :
            If(<kondisi>)
            <pernyataan>;
Dengan
If         : kata kunci kontrol keputusan bentuk if
Kondisi : evaluasi harus mempunyai nilai baik TRUE (benar) atau FALSE (salah) Ketika ditemukan pernyataan fals , pernyataan berhenti mengeksekusi.
Pernyataan : pernyataan yang akan dieksekusi merupakan pernyataan selama nilai          kondisinya adalah tetap benar           
Contoh :
            Implementasi sintaks kontrol keputusan if. Perhatikan fragment program kontrol keputusan if berikut ini :
            If (5<7)
                        Printf(“5<7”);
Fragment program struktur perulangan for diatas menunjukan bahwa
5<7      : kondisi, menguji apakah 5 lebih kecil dari pada 7 . jika hasil uji kondisi memberikan nilai boolean salah, maka kontrol keputusan dihentikan dan kendali akan dialihkan pada pernyataan sesudah keputusan if
Count++ : expresi disebut juga sebagai expresi penaikan, yaitu menaikan variable count tiap kali perulangan dilaksanakan. Hal ini dilakukan dengan operator (++) yang telah diuraikan pada modul praktikum sebelumnya.
Printf(“5<7”) : pernyataan, suatu pernyataan dalam kontrol keputusan if yang dieksekusi yang merupakan pernyataan selama nilai kondisi adalah benar.

Statement if-else
            Kontrol keputusan bentuk if-else digunakan untuk menguji sebuah kondisi. Jika hasil uji kondisi if memberikan nilai boolean yang benar maka target if akan dieksekusi sedangkan porsi untuk else akan diabaikan. Namun, apabila hasil uji kondisi dengan if memberikan nilai boolean salah maka target if di bypass dan target dari else akan dikerjakan. Dengan penambahan else pada kontrol keputusan if menghasilkan dua jalan pengambilan keputusan.
Sintaks
            Kontrol keputusan if-else menyediakan bentuk sintaks yang sangat sederhana. Berikut ini adalah bentuk umum dari keputusan if-else sebagai berikut :
            If(<kondisi>)
                        <pernyataan_1>
            Else
                        <pernyataan_2>
Dengan :
If         : kata kunci kontrol keputusan bentuk if-else
Kondisi : suatu ekpresi bertipe boolean, yang hanya dapat memberikan nilai benar atau salah. Kontrol keputusan berlangsung sepanjang nilai pengambaliannya adalah benar
Pernyataan_1 : pernyataan atau statement yang dieksekusi jika nilai pengambalian kondisi memberikan nilai boolean benar
Else : kata kunci yang mengerjakan pernyataan_2, jika hasil uji kondisi memberikan nilai boolean salah
Pernyataan_2 : pernyataan atau statement yang dieksekusi jika nilai pengambalian kondisi memberikan nilai boolean salah
Contoh :
            Implementasi sintaks kontrol keputusan if-else. Perhatikan fragment program kontrol keputusan if-else berikut ini :
            If ( m == 0)
                        Printf (“aku genap”)
            Else
                        Printf (“aku ganjil”)
Fragment program struktur kontrol keputusan if-else tersebut diatas menunjukan bahwa
M == 0            : kondisi, menuji apakah m = 0. Untuk maksut ini , dipakailah operator (==). Jika nilai kondisi ini benar maka kontrol keputusan akan dilaksanakan. Jika nilai kondisi ini salah ( m tidak sama dengan 0) maka kendali akan dialihkan pada else.
Printf (“aku genap”) : pernyataan_1. Suatu pernyataan yang dieksekusi jika nilai hasil uji kondisi sama dengan 0
Printf (“aku ganjil”) : pernyataan_2. Suatu pernyataan yang dieksekusi jika nilai hasil uji kondisi tidak sama dengan 0.

Statement switch-case
          kontrol keputusan bentuk switch-case digunakan sebagai instruksi pemilihan aksi yang akan dikerjakan. Pada kontrol keputusan bentuk ini hanya tergantung kepada nilai dari satu macam variable. Variable penentu ini dapat mempunyai banyak macam nilai dan setiap nilai punya kaitan dengan satu macam aktivitas.
Sitaks
            Bentuk umum dari sintaks kontrol keputusan switch-case dalam bahasa C seperti ditunjukan dibawah ini  
            Switch(<variable switch>) {
                        Case <expresi konstanta> : <pernyataan_1>; [break;]
                        Default : <pernyataan_n>;
            }
Dengan
Switch             : kata kunci kontrol keputusan switch-case
Variable switch : suatu expresi bertipe boolean yang hanya dapat memberikan nilai benar (TRUE) atau salah (FALSE).
Expresi konstanta : nilai konstanta yang sesuai dengan nilai didalam variable switch.
Pernyataan_1 : pernyataan yang dieksekusi jika nilai pengembalian kondisi bernilai benar
Break              : kata kunci untuk menggantikan semua pernyataan sesudah break .
Default                        :  kata kunci optional yang digunakan untuk menetapkan pernyataan untuk dieksekusi yang hanya jika semua evaluasi pernyataan case salah
Pernyataan_n : pernyataan yang dieksekusi hanya jika semua evaluasi pernyataan case salah.